TPP Agam - Nagari Tanjung Sani - Pemerintah Nagari Tanjung Sani melaksanakan Workshop Percepatan Penurunan Stunting pada Rabu, 18 Desember 2025, bertempat di Aula Kantor Nagari Tanjung Sani. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap persoalan stunting serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat nagari.
Workshop tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Tanjung Sani, Sekretaris Nagari Tanjung Sani Bapak Renol Basri yang mewakili Wali Nagari, para Wali Jorong se-Nagari Tanjung Sani, Pendamping Desa, Pendamping Keluarga Berencana (KB), Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), pengurus Rumah Desa Sehat (RDS), pengelola TK PAUD, pengurus Posyandu, ibu hamil, ibu menyusui dan yang memiliki baduta, serta keluarga sasaran stunting.
Dalam sambutannya, Sekretaris Nagari Renol Basri menyampaikan bahwa workshop ini dilaksanakan agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap kondisi stunting yang ada di Nagari Tanjung Sani saat ini. Ia menekankan bahwa persoalan stunting tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua unsur, baik pemerintah nagari maupun masyarakat.
“Workshop ini dilaksanakan agar semua pihak memahami persoalan stunting yang ada di nagari saat ini. Harapan kami, para peserta yang hadir dapat menyampaikan kembali kepada masyarakat lainnya apa yang perlu dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini,” ujar Renol Basri.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk aktif menyebarluaskan informasi yang diperoleh, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara bersama-sama, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Pendamping Keluarga Berencana (KB) Ibu Rosi dalam pemaparannya menjelaskan bahwa stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui proses yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini. Oleh karena itu, pendampingan terhadap keluarga sasaran menjadi langkah penting dalam menekan risiko terjadinya stunting.
“Stunting itu tidak langsung terjadi. Sebelum menjadi stunting, anak akan menjadi sasaran terlebih dahulu. Karena itu, pendampingan kepada keluarga sangat penting agar risiko stunting bisa dicegah sejak awal,” jelas Ibu Rosi.
Baca Juga : Di Tengah Bencana Alam, RDS Nagari Tanjung Sani Soroti Kerentanan Kesehatan Ibu dan Anak
Ia juga memaparkan faktor penyebab stunting yang dikenal dengan istilah 4T, yakni terlalu muda usia ibu saat hamil, terlalu tua usia ibu, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak jumlah anak. Menurutnya, pemahaman terhadap empat faktor ini sangat penting agar keluarga dapat merencanakan kehamilan dan pengasuhan anak dengan lebih baik.
“Jika 4T ini tidak kita kendalikan bersama, maka risiko stunting akan semakin besar. Karena itu, edukasi dan pendampingan keluarga harus terus dilakukan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Pendamping Desa Surya Putra menegaskan bahwa kegiatan yang berkaitan dengan 9 layanan konvergensi stunting merupakan prioritas dalam penggunaan Dana Desa. Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu mengetahui berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah Nagari Tanjung Sani dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
“Kegiatan yang berkaitan dengan 9 layanan konvergensi stunting merupakan prioritas penggunaan Dana Desa. Masyarakat perlu mengetahui bahwa banyak kegiatan yang telah dilaksanakan nagari selama tahun 2025, dan untuk tahun 2026 berbagai rekomendasi hasil rembuk stunting juga akan masuk dalam APB Nagari Tahun 2026,” ungkap Surya Putra.
Ia menambahkan bahwa dukungan anggaran tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan dasar, peningkatan gizi, serta pendampingan keluarga sasaran stunting secara lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini benar-benar dapat bermanfaat dan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat yang ada di Nagari Tanjung Sani,” tambahnya.
Workshop berlangsung dengan diskusi interaktif dan partisipasi aktif dari para peserta. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Nagari Tanjung Sani berharap terbangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kolektif. Dengan sinergi antara pemerintah nagari, pendamping, kader, dan masyarakat, upaya percepatan penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.


0 Komentar