TPP Agam- Nagari Tanjung Sani - Pemerintah Nagari Tanjung Sani bersama Rumah Desa Sehat (RDS) melaksanakan Pertemuan RDS Triwulan IV pada Selasa, 17 Desember 2025, bertempat di Aula Kantor Nagari Tanjung Sani. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk memetakan potensi dan permasalahan nagari, sekaligus merumuskan langkah penanganan 9 layanan konvergensi stunting, terutama dalam situasi bencana alam yang berdampak langsung terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Rumah Desa Sehat dari berbagai unsur, mulai dari Kader Pembangunan Manusia (KPM), bidan desa, kader Posyandu, unsur pendidikan PAUD, hingga Wali Nagari Tanjung Sani. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi dan sinergi penanganan stunting di tingkat nagari.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta membahas hasil pemetaan kondisi lapangan selama triwulan IV, baik dari sisi potensi yang dimiliki nagari maupun berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan layanan kesehatan dan pendampingan keluarga sasaran stunting. Pembahasan difokuskan pada capaian dan kendala dalam 9 layanan konvergensi stunting, termasuk pemantauan kesehatan ibu dan anak serta keberlangsungan layanan Posyandu.
Salah satu isu utama yang mengemuka dalam diskusi adalah dampak bencana alam yang melanda Nagari Tanjung Sani. Bencana tersebut tidak hanya memengaruhi aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, tetapi juga berdampak serius terhadap akses layanan dasar, khususnya layanan kesehatan bagi kelompok rentan.
Nagari Tanjung Sani diketahui terdampak cukup parah akibat bencana alam, bahkan sempat terisolir selama kurang lebih enam hari akibat terputusnya akses jalan. Kondisi ini menyebabkan terganggunya distribusi logistik, layanan kesehatan, serta proses pendampingan kepada masyarakat, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta).
Dalam forum RDS, para peserta menegaskan bahwa kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta merupakan kelompok yang paling rentan terdampak dalam situasi bencana. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan langkah khusus agar kondisi kesehatan mereka tetap terpantau dan kebutuhan dasarnya tetap terpenuhi meskipun dalam kondisi darurat.
Baca juga : Apa yang Harus Dibahas dalam Pertemuan Rutin Triwulan Rumah Desa Sehat (RDS)?
Selain membahas evaluasi pelaksanaan kegiatan, pertemuan RDS Triwulan IV ini juga dikaitkan dengan tahapan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Nagari Tahun 2026 yang saat ini sedang berjalan. Para peserta menilai bahwa kondisi kebencanaan yang dialami nagari harus menjadi pertimbangan penting dalam menentukan arah dan prioritas kegiatan nagari ke depan, khususnya yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting.
Melalui forum ini disepakati bahwa kegiatan prioritas dalam APB Nagari Tahun 2026 perlu dicermati secara lebih mendalam agar benar-benar responsif terhadap kondisi lapangan. Program percepatan penurunan stunting diharapkan tidak hanya bersifat rutin, tetapi juga mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat akibat bencana, terutama bagi keluarga sasaran stunting.
Sebagai tindak lanjut konkret, pertemuan RDS juga menyepakati rencana pelaksanaan Workshop Percepatan Penurunan Stunting di tingkat nagari. Workshop ini direncanakan akan melibatkan berbagai pihak sasaran, termasuk keluarga sasaran stunting, kader, serta pemangku kepentingan terkait.
Workshop tersebut bertujuan untuk memvalidasi data yang telah dihimpun oleh RDS dan para kader di lapangan, sekaligus menjadi ruang untuk mendengarkan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat pascabencana. Selain itu, workshop juga akan menjadi ajang diskusi bersama untuk mencari solusi terbaik yang dapat dilakukan di tingkat nagari, sehingga perencanaan dan penganggaran kegiatan ke depan benar-benar tepat sasaran.
Melalui rangkaian pertemuan dan tindak lanjut ini, Pemerintah Nagari Tanjung Sani berharap peran Rumah Desa Sehat semakin kuat sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan perencanaan yang matang, evaluasi yang berkelanjutan, serta penganggaran yang responsif terhadap kondisi bencana, upaya percepatan penurunan stunting di Nagari Tanjung Sani diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

0 Komentar