Nagari Maninjau Melaksanakan Sosialisasi Bahaya dan Pencegahan LGBT


Maninjau - Apakah kita Pernah mendengar istilah LGBT? LGBT adalah akronim dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Apa saja maksud dari istilah tersebut. Berikut sedikitnya penjelasan tentang LGBT.

Lesbian : sebutan bagi Perempuan yang tertarik pada perempuan lain. 

Gay : sebutan bagi Laki-laki yang tertarik pada laki-laki lain. 

Biseksual : Orang yang tertarik pada lebih dari satu gender, bisa pria maupun wanita. 

Transgender: Orang yang identitas gendernya berbeda dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir, misalnya seorang yang terlahir dengan organ tubuh laki-laki tetapi merasa dan mengidentifikasi diri sebagai perempuan. 

Apakah ada gejala dan ciri masyarakat kita yang termasuk kedalam LGBT.

Dalam Hadist Riwayat Bukhari No. 5885, kita diingatkan bahwa :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki

Untuk mengetahui lebih jauh tentang LGBT, maka Pemerintah Nagari melaksanakan kegiatan sosialisasi Bahaya dan Pencegahan LGBT kepada masyakat Nagari Maninjau.

Sosialisasi Bahaya dan Pencegahan LGBT dilaksanakan di Aula Nagari Maninjau pada tanggal 23 Oktober dengan menghadirkan Narasumber Bapak Aktoin Naipospos, S.Tr.par dari Kesbangpol Kabupaten Agam.

Hadir dalam kegiatan ini Bapak Camat Kecamatan Tanjung Raya : Bapak Al Hafid, S.STP, MA, Kepala Puskesmas Maninjau, Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya, Wali Nagari Maninjau, Bamus Nagari Maninjau, Ketua KAN Maninjau, Ketua Majelis Ulama Nagari Maninjau, Bundo Kanduang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ninik Mamak dan Pemuka Masyarakat.

Dalam sambutannya Camat Kecamatan Tanjung Raya menyampaikan : “Kegiatan ini jangan hanya sampai di ruangan ini saja, namun setelah dari kegiatan ini, mesti ada Langkah kongkrit dari nagari membuat peraturan nagari terkait hal ini agar berdampak nyata kepada masyarakat dan generasi muda di Nagari Maninjau”

Dalam Kegiatan ini, Narasumber menyampaikan bagaimana ciri – ciri Pria yang Gay, Wanita yang Lesbi, bahkan Bagaimana komunitas Gay dan Lesbi saat ini berani mempublikasikan jati diri mereka.

Hal ini tentu saja, perlu diwaspadai apalagi Nagari Maninjau khususnya dan Kabupaten Agam masih menjaga falsafah hidup dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Jangan sampai LGBT masuk dan berkembang.

Homoseksual adalah Ketertarikan Seksual Berupa Disorientasi pada Pasangan Seksualnya, Yaitu Kecenderungan  Individu Untuk Melakukan Perilaku Seksual Dengan Sesama Jenis / Gender Yang  Sama.

Untuk Mencegah LGBT, Narasumber menjelaskan Bahwa : “Untuk mencegah LGBT, maka perlu meningkatkan peran keluarga, peran tokoh adat, peran tokoh agama, peran guru/pendidik dan peran serta masyarakat”

Di akhir Kegiatan, Sekretaris Nagari Maninjau, Bapak Asrul Hidayat menyampaikan : “Kami mengajak ninik mamak, Tokoh Adat, Majelis Ulama, Tenaga Kesehatan dan Semua unsur untuk membahas berbagai persoalan di Nagari khususnya generasi muda kita dan menyiapkan aturan yang bisa jadi rujukan bagi masyarakat Maninjau”.

Posting Komentar

0 Komentar