Pembinaan Remaja Usia Nikah di Nagari Lambah, Menyiapkan Generasi dengan Akhlak dan Kesiapan Menikah

Kegiatan pembinaan 40 remaja usia nikah di Nagari Lambah tentang akhlak, pergaulan Islami, dan persiapan pernikahan
Pembinaan Remaja Usia Nikah di Nagari Lambah menjadi ruang belajar bagi 40 remaja untuk memahami akhlak, pergaulan, dan kesiapan menuju pernikahan

Nagari Lambah - TPP Agam :
 Sebanyak 40 orang remaja Nagari Lambah mengikuti kegiatan Pembinaan Remaja Usia Nikah yang dilaksanakan di Aula Nagari Lambah, Selasa (25/8/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan libur Maulid Nabi Muhammad SAW. ini menjadi ruang pembelajaran bagi para remaja untuk memahami pentingnya menjaga pergaulan, membentuk akhlak, serta mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Nagari Lambah, Fiqri Farid, dan menghadirkan Kepala KUA Kecamatan Ampek Angkek, Khairul, S.Hi., M.H., sebagai pemateri. TPP Ampek Angkek turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan dan mendampingi jalannya pembinaan bersama Pemerintah Nagari Lambah.

Sejak awal kegiatan, suasana di Aula Nagari Lambah terasa cukup hidup. Para peserta tidak hanya datang untuk mendengarkan materi, tetapi juga diajak terlibat langsung melalui sesi perkenalan, menuliskan pandangan pribadi, hingga mendiskusikan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Remaja Perlu Mempersiapkan Masa Depan Sejak Dini

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Wali Nagari Lambah Fiqri Farid mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Masa remaja, menurutnya, merupakan masa penting dalam membentuk karakter dan menentukan arah kehidupan pada masa mendatang.

Ia menekankan bahwa pembinaan seperti ini tidak semata-mata berbicara tentang pernikahan. Lebih dari itu, para remaja perlu memahami bagaimana menjaga diri, membangun pergaulan yang baik, serta membentuk akhlak sebagai dasar dalam menjalani kehidupan.

“Kita berharap seluruh peserta dapat mendengarkan dan memahami pandangan Islam tentang pentingnya menjaga pergaulan dan akhlak. Ketika nanti memasuki jenjang pernikahan, semuanya tentu harus dipersiapkan dengan matang,” demikian pesan yang disampaikan Wali Nagari kepada para peserta.

Pesan tersebut menjadi pembuka bagi rangkaian pembahasan yang kemudian membawa peserta melihat pernikahan bukan sekadar sebagai tujuan yang ingin dicapai, melainkan sebuah kehidupan yang membutuhkan kesiapan.

Kesiapan itu tidak hanya berkaitan dengan menemukan calon pasangan, tetapi juga kesiapan pribadi dalam membangun tanggung jawab, menjaga akhlak, dan memahami peran masing-masing dalam kehidupan berumah tangga.

Baca Juga : Desa sebagai Garda Depan Pembangunan Manusia: Dari Posyandu hingga Masa Depan Generasi Desa

Berawal dari Pertanyaan tentang Pasangan Idaman

Salah satu bagian yang membuat kegiatan ini terasa lebih dekat dengan dunia remaja adalah metode pembelajaran yang digunakan pada awal sesi. Peserta diminta menuliskan sendiri kriteria calon suami atau calon istri idaman menurut pandangan mereka.

Beragam gambaran dan harapan muncul dari tulisan para peserta. Ada yang melihat penampilan, sifat, akhlak, perhatian, tanggung jawab, hingga berbagai kriteria lain sebagai gambaran pasangan yang diinginkan.

Namun, kegiatan tidak berhenti pada sekadar menyampaikan keinginan pribadi.

Tulisan-tulisan tersebut kemudian menjadi pintu masuk untuk membahas lebih jauh bagaimana Islam memandang calon suami dan calon istri. Dari kriteria pasangan idaman versi peserta, pemateri mengajak para remaja melihat kembali nilai-nilai yang seharusnya menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan hidup.

Pendekatan ini membuat materi tidak terasa jauh dari kehidupan peserta. Apa yang sebelumnya hanya berupa bayangan tentang “pasangan idaman” kemudian dikaitkan dengan persoalan akhlak, tanggung jawab, kepribadian, dan kesiapan membangun rumah tangga.

Dengan cara tersebut, peserta tidak hanya menerima jawaban secara satu arah, tetapi terlebih dahulu diajak mengenali pandangan mereka sendiri sebelum memahami konsep yang lebih luas.

Baca Juga : Didikan Subuh: Catatan Desa tentang Menanam Karakter Sejak Pagi Hari

Pergaulan dan Akhlak Menjadi Bagian Penting Pembinaan

Materi yang disampaikan Kepala KUA Kecamatan Ampek Angkek Khairul, S.Hi., M.H., juga memberikan perhatian terhadap persoalan pergaulan remaja. Hal ini menjadi bagian penting karena masa remaja merupakan periode ketika seseorang mulai banyak berinteraksi, membangun pertemanan, dan menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan.

Peserta diajak memahami bagaimana Islam memberikan panduan dalam membangun pergaulan yang baik. Pergaulan tidak hanya dilihat dari siapa seseorang berteman, tetapi juga bagaimana menjaga batas, menghormati diri sendiri dan orang lain, serta menghindarkan diri dari hal-hal yang dapat membawa kepada perbuatan yang tidak baik.

Pembahasan juga menyinggung berbagai pengaruh negatif yang dapat menjurus kepada kemaksiatan. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja berhadapan dengan banyak perubahan dan tantangan. Karena itu, kemampuan untuk memilih lingkungan, menjaga diri, dan memiliki pegangan nilai menjadi semakin penting.

Materi disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif sehingga peserta dapat mengikuti pembahasan dengan lebih santai. Sesi perkenalan, pemaparan, dan pembahasan berlangsung dalam suasana yang cair, tetapi tetap membawa pesan yang serius tentang pentingnya mempersiapkan diri.

Baca Juga : Monitoring Pembangunan Jamban Sehat Nagari Balai Gurah: Menjaga Kualitas, Memastikan Manfaat

Menikah Bukan Hanya Tentang Menemukan Pasangan

Salah satu pesan penting yang dapat dipetik dari kegiatan ini adalah bahwa persiapan menuju pernikahan tidak dapat dipahami hanya sebagai usaha menemukan pasangan yang sesuai dengan keinginan.

Setiap orang mungkin memiliki gambaran tentang calon suami atau istri idaman. Namun, sebelum berbicara terlalu jauh tentang seperti apa pasangan yang diharapkan, seseorang juga perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sudahkah saya mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan yang baik?

Pertanyaan inilah yang secara tidak langsung menjadi salah satu pembelajaran penting dalam kegiatan pembinaan tersebut.

Menjadi suami atau istri membutuhkan kesiapan. Ada tanggung jawab, komitmen, kemampuan menjaga hubungan, serta kematangan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Karena itu, pembentukan akhlak dan karakter sejak masa remaja menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari persiapan menuju kehidupan dewasa.

Pembinaan remaja usia nikah di Nagari Lambah menjadi ruang untuk menanamkan pemahaman tersebut sejak dini. Remaja tidak harus terburu-buru menikah, tetapi perlu memiliki pengetahuan dan kesadaran bahwa ketika saatnya tiba, pernikahan perlu dimasuki dengan persiapan yang matang.

Baca Juga : Wujud Kepedulian Nagari, RDS Koto Gadang Anam Koto Bantu Ibu Hamil dan Anak Berisiko Stunting

Antusias Peserta Mengikuti Seluruh Rangkaian Kegiatan

Sebanyak 40 peserta yang hadir terlihat cukup antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir. Keterlibatan mereka dalam menuliskan kriteria pasangan idaman menjadi salah satu bagian yang membuat suasana pembinaan semakin interaktif.

Antusiasme tersebut berlanjut ketika berbagai pandangan peserta dibahas dalam pemaparan materi. Apa yang semula mungkin dipandang sederhana sebagai keinginan pribadi terhadap pasangan, berkembang menjadi pembicaraan yang lebih luas tentang nilai, akhlak, pergaulan, dan kesiapan.

Suasana Pelatihan Remaja Usia Nikah Nagari Lambah
Suasana Pelatihan Remaja Usia Nikah Nagari Lambah tanggal 25 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW. tersebut dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memberikan ruang pembinaan bagi remaja Nagari Lambah. Waktu libur tidak hanya menjadi kesempatan untuk beristirahat, tetapi juga diisi dengan kegiatan yang memberikan bekal pengetahuan bagi kehidupan mereka ke depan.

Bagi TPP Ampek Angkek, keterlibatan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari praktik pendampingan yang menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian penting dari pembangunan nagari. Pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur dan program fisik, tetapi juga tentang bagaimana menyiapkan generasi yang memiliki pengetahuan, karakter, dan kemampuan mengambil keputusan yang baik dalam kehidupannya.

Baca Juga : Tugas Tenaga Pendamping Profesional Sesuai Kepmendesa Nomor 294 Tahun 2025: Hadir Mendampingi, Menguatkan, dan Membangun Desa dari Akar

Ditutup dengan Senyum dan Candaan tentang Jodoh

Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap terasa hangat. Peserta terlihat mengikuti uraian materi dengan baik dan meninggalkan kegiatan dengan berbagai pemahaman baru yang dapat menjadi bekal dalam menjalani masa remaja.

Penutupan kegiatan pun berlangsung dengan suasana yang ringan. Di tengah senyum para peserta, muncul candaan bahwa siapa tahu Allah SWT. justru mempertemukan jodoh di antara mereka yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Candaan itu disambut dengan senyum dan suasana yang cair. Namun, di balik suasana santai tersebut, tersimpan pesan yang cukup mendalam.

Jodoh memang menjadi bagian dari ketentuan Allah SWT., tetapi mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang baik tetap merupakan tanggung jawab setiap orang.

“Sebelum mencari calon suami atau istri yang baik, kita juga perlu mempersiapkan diri untuk menjadi pasangan yang baik.”

Pembinaan Remaja Usia Nikah di Nagari Lambah akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang daftar calon pasangan idaman yang ditulis para peserta. Kegiatan ini juga meninggalkan pesan bahwa masa depan perlu dipersiapkan sejak sekarang—melalui pergaulan yang baik, akhlak yang kuat, pengetahuan yang cukup, serta kesiapan untuk memikul tanggung jawab ketika waktunya memasuki kehidupan berumah tangga tiba.

Melalui kegiatan seperti ini, Nagari Lambah bersama KUA Kecamatan Ampek Angkek dan TPP Ampek Angkek berupaya menghadirkan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan remaja. Sebab, membangun generasi yang siap menghadapi masa depan dapat dimulai dari langkah sederhana: membantu mereka memahami diri, menjaga nilai, dan mempersiapkan kehidupan dengan lebih matang.

TPP Agam : Belajar dari Praktik Pendampingan Nagari

Posting Komentar

0 Komentar