Peningkatan Kapasitas KPM Se Tanjung Raya: Dari Silaturahmi Halal Bi Halal Menuju Aksi Nyata Cegah Stunting

Halal Bi Halal KPM Se Tanjung Raya Tahun 2026
Peningkatan Kapasitas KPM Se Tanjung Raya sekaligus Halal Bi Halal tahun 2026 

TPP Agam - Kecamatan Tanjung Raya : Momentum kebersamaan seringkali menjadi pintu masuk bagi lahirnya perubahan. Hal inilah yang tergambar dalam kegiatan Halal Bi Halal Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kecamatan Tanjung Raya yang dilaksanakan pada 15 April 2026 di Rumah Pintar Duo Koto. Tidak sekadar ajang saling bermaafan pasca Idulfitri, kegiatan ini menjelma menjadi ruang belajar, berbagi pengalaman, sekaligus penguatan kapasitas bagi para KPM yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan stunting di nagari.

Pertemuan ini dihadiri oleh perangkat nagari yang membidangi kegiatan stunting serta Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tanjung Raya. Dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, diskusi yang terbangun tidak hanya bersifat formal, tetapi juga reflektif dan membumi—mencerminkan dinamika nyata yang dihadapi para kader di lapangan.

Halal Bi Halal KPM: Silaturahmi yang Menguatkan Komitmen Bersama

Kegiatan Halal Bi Halal ini menjadi titik temu bagi KPM dari 10 nagari yang ada di Kecamatan Tanjung Raya. Dalam keseharian, para kader ini bekerja di wilayah masing-masing dengan tantangan yang beragam. Oleh karena itu, pertemuan lintas nagari seperti ini menjadi sangat penting sebagai ruang untuk saling menguatkan.

Lebih dari sekadar tradisi, Halal Bi Halal kali ini dimaknai sebagai sarana memperkuat komitmen bersama dalam upaya pencegahan stunting. Para peserta tidak hanya saling bersalaman, tetapi juga saling bertukar cerita tentang praktik baik, kendala, hingga strategi yang dilakukan di nagari masing-masing.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan energi baru. “Kadang kita merasa bekerja sendiri di nagari, tapi setelah bertemu seperti ini, kita sadar bahwa kita tidak sendiri. Banyak teman-teman yang mengalami hal serupa dan punya solusi yang bisa kita tiru,” ungkap seorang KPM dengan penuh semangat.

Peningkatan Kapasitas KPM Se Tanjung Raya melalui Praktik Langsung

Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah peningkatan kapasitas KPM, khususnya dalam pengelolaan data stunting melalui aplikasi eHDW (electronic Human Development Worker). TPP Tanjung Raya memfasilitasi sesi praktik langsung yang melibatkan para KPM secara aktif.

Dalam sesi ini, beberapa KPM diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pengisian data, sekaligus menyampaikan kendala yang mereka hadapi selama ini. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan.

Permasalahan yang muncul pun beragam, mulai dari kendala teknis penggunaan aplikasi, keterbatasan akses jaringan, hingga kesulitan dalam mengumpulkan data di lapangan. Namun, yang menarik adalah bagaimana setiap permasalahan tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan diolah menjadi bahan diskusi bersama.

Solusi yang dihasilkan pun bersifat kolektif. Apa yang menjadi kendala di satu nagari, bisa jadi sudah pernah diatasi di nagari lain. Di sinilah nilai penting dari forum bersama seperti ini—menjadikan pengalaman sebagai sumber pembelajaran.

Suasana Peningkatan Kapasitas KPM se Tanjung Raya
Suasana Peningkatan Kapasitas KPM se Tanjung Raya di Rumah Pintar Nagari Duo Koto

Penguatan Pendataan Stunting Melalui Aplikasi eHDW

Pendataan yang akurat merupakan fondasi utama dalam penanganan stunting. Tanpa data yang valid, intervensi yang dilakukan berisiko tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penguatan kapasitas KPM dalam penggunaan aplikasi eHDW menjadi fokus penting dalam kegiatan ini.

TPP Tanjung Raya menegaskan bahwa pendampingan kepada KPM tidak hanya dilakukan dalam forum resmi seperti ini, tetapi juga secara berkelanjutan melalui berbagai media, termasuk grup WhatsApp. Hal ini menunjukkan adanya komitmen untuk memastikan bahwa para kader tidak berjalan sendiri dalam menjalankan tugasnya.

Surya Putra, selaku TPP Tanjung Raya, menyampaikan, “Pendampingan kepada KPM dalam pengisian eHDW terus kami lakukan, baik secara langsung maupun melalui grup WhatsApp. Setiap permasalahan yang muncul kita bahas bersama agar menjadi pembelajaran bagi semua.”

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis KPM, tetapi juga membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan. KPM tidak lagi sekadar pelaksana, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas belajar yang saling mendukung.

Baca Juga : Pendataan Sasaran Stunting Lewat eHDW: Peran KPM yang Sering Terlupakan

Capaian Tanjung Raya: Bukti Kinerja KPM yang Konsisten

Upaya yang dilakukan oleh para KPM di Kecamatan Tanjung Raya tidaklah sia-sia. Pada tahun 2025, penilaian desa berkinerja baik dalam penanganan stunting menempatkan tiga nagari dari Tanjung Raya dalam 10 besar tingkat Kabupaten Agam.

Capaian ini menjadi indikator bahwa kinerja KPM dalam pengisian data eHDW dan pelaksanaan intervensi di lapangan berjalan dengan baik. Namun, lebih dari sekadar prestasi, capaian ini juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif KPM yang secara konsisten melakukan pendataan, pemantauan, serta edukasi kepada masyarakat. Di balik angka-angka tersebut, terdapat kerja keras, ketekunan, dan dedikasi yang tidak selalu terlihat.

Baca Juga : Village Scorecard TW1 Tahun 2026 Dikebut, Pendampingan Intensif KPM di Nagari Tanjung Raya Jadi Kunci

Perspektif Perangkat Nagari: Belajar dan Memahami Bersama

Kehadiran perangkat nagari dalam kegiatan ini juga memberikan warna tersendiri. Mereka tidak hanya hadir sebagai pemangku kebijakan di tingkat nagari, tetapi juga sebagai peserta yang ikut belajar dan memahami lebih dalam tentang peran KPM dan pentingnya data stunting.

Salah satu perangkat nagari, Bapak Iqbal, menyampaikan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. “Ada banyak hal yang kami dapatkan dari pertemuan ini. Sebelumnya kami kurang memahami, tetapi sekarang kami jadi lebih mengerti bagaimana proses pendataan dan peran KPM di lapangan,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas tidak hanya berdampak pada KPM, tetapi juga pada pemangku kepentingan lainnya. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan dukungan dari pemerintah nagari terhadap program pencegahan stunting juga semakin kuat.

Dari Diskusi ke Aksi: Menyatukan Langkah Cegah Stunting

Kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi dan berbagi pengalaman. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi titik awal untuk menyatukan langkah dalam menuntaskan permasalahan stunting di nagari.

Semangat yang terbangun dalam forum ini diharapkan dapat dibawa kembali ke nagari masing-masing. Para KPM diharapkan tidak hanya pulang dengan pengetahuan baru, tetapi juga dengan semangat baru untuk terus bergerak.

Pencegahan stunting bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kerja sama, konsistensi, dan komitmen dari berbagai pihak. Dalam konteks ini, KPM memegang peran strategis sebagai penghubung antara program dan masyarakat.

Penutup: Menguatkan Peran KPM, Menjaga Masa Depan Generasi

Kegiatan Halal Bi Halal KPM se-Kecamatan Tanjung Raya ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang humanis dan partisipatif mampu memperkuat kapasitas sekaligus membangun solidaritas antar kader. Dari ruang sederhana di Rumah Pintar Duo Koto, lahir komitmen besar untuk masa depan generasi.

Peningkatan kapasitas KPM bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga tentang membangun kesadaran, rasa memiliki, dan tanggung jawab bersama. Ketika para kader merasa didukung dan dihargai, maka mereka akan bekerja dengan lebih optimal.

Langkah kecil yang dilakukan hari ini—mulai dari pendataan yang lebih baik hingga koordinasi yang lebih solid—akan berdampak besar di masa depan. Karena pada akhirnya, cegah stunting itu penting, dan upaya tersebut dimulai dari kerja-kerja nyata di tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Tanjung Raya telah menunjukkan arah yang jelas. Tinggal bagaimana semangat ini terus dijaga, dirawat, dan ditumbuhkan.

Posting Komentar

0 Komentar