TPP Agam - Nagari Koto Kaciak - Pemerintah Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, terus memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui penguatan koordinasi lintas sektor. Komitmen tersebut tercermin dalam Pertemuan Rumah Desa Sehat (RDS) Triwulan IV Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Nagari Koto Kaciak, Selasa (23/12/2025).
Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh anggota RDS dari berbagai unsur, Pendamping Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta Pelaksana Kegiatan Nagari. Kegiatan difokuskan pada pembahasan permasalahan yang muncul selama triwulan IV dalam sembilan layanan konvergensi stunting, evaluasi kegiatan sepanjang tahun 2025, serta pemaparan hasil pemantauan sasaran melalui aplikasi e-Human Development Worker (eHDW).
Pendamping Desa Nagari Koto Kaciak, Ibu Yendri Yeni, dalam arahannya menekankan pentingnya pemetaan masalah secara menyeluruh, terlebih dalam kondisi nagari yang tengah menghadapi bencana alam. Menurutnya, situasi darurat seperti ini berpotensi memperburuk kondisi keluarga sasaran stunting apabila tidak ditangani dengan data yang akurat.
“Pemetaan masalah menjadi sangat penting, apalagi saat Nagari Koto Kaciak sedang menghadapi bencana alam. Data korban terdampak, khususnya sasaran stunting, harus jelas agar bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujar Yendri Yeni.
Ia juga mengingatkan bahwa data bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan kebijakan dan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, sinergi antara RDS, KPM, dan pemerintah nagari harus terus diperkuat.
Sementara itu, Koordinator RDS Nagari Koto Kaciak, Bapak Desrizal, menjelaskan bahwa RDS telah melakukan berbagai langkah nyata di lapangan, mulai dari pendataan hingga kunjungan langsung ke rumah warga yang terdampak bencana maupun yang terindikasi mengalami masalah gizi.
“RDS sudah mendata dan melakukan kunjungan langsung kepada korban terdampak, sekaligus membantu penyaluran bantuan. Selain itu, ada juga sasaran stunting yang tidak pernah datang ke posyandu. Kita lakukan kunjungan atau sweeping ke rumah mereka, sehingga kita tahu langsung persoalan yang mereka hadapi,” ungkap Desrizal.
Menurutnya, pendekatan jemput bola menjadi kunci agar tidak ada sasaran yang terlewat dari layanan kesehatan dan gizi. Dengan turun langsung ke rumah warga, RDS dapat memahami kendala yang dialami keluarga, baik dari sisi ekonomi, pengetahuan, maupun akses layanan dasar.
Hal senada disampaikan oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) Nagari Koto Kaciak, Ibu Adek, yang menegaskan bahwa pemantauan sasaran stunting terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama bagi keluarga yang terdampak bencana.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap sasaran, khususnya yang terdampak bencana, agar bisa dibantu bersama-sama dengan pemerintah nagari dan pihak terkait,” kata Ibu Adek.
Ia menambahkan bahwa peran KPM tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam memastikan hak-hak dasar sasaran terpenuhi.
Selain membahas kondisi terkini, pertemuan RDS Triwulan IV ini juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program sepanjang tahun 2025. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan dan penguatan rencana kegiatan RDS tahun 2026 sebagai kelanjutan program kerja yang telah berjalan.
Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat bahwa upaya penurunan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi, kepedulian, serta kehadiran nyata di tengah masyarakat. Pemerintah Nagari Koto Kaciak berharap, dengan kerja bersama yang konsisten, kualitas hidup keluarga sasaran dapat terus ditingkatkan, meskipun di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
.jpeg)
0 Komentar