TPP Agam – Perubahan cara masyarakat dalam mengakses informasi dan berbelanja saat ini berlangsung sangat cepat. Internet tidak lagi hanya menjadi kebutuhan hiburan atau komunikasi, tetapi telah menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. Kondisi ini juga mulai dirasakan hingga ke nagari dan pelosok desa, termasuk di Nagari Bawan.
Berdasarkan data survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia pada tahun 2025 mencapai lebih dari 229 juta jiwa dengan tingkat penetrasi sebesar 80,66 persen. Dari penggunaan tersebut, masyarakat paling banyak memanfaatkan internet untuk mengakses media sosial, berita terkini, hingga aktivitas belanja online.
Melihat perkembangan tersebut, Pemerintah Nagari Bawan menilai bahwa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mulai memahami strategi pemasaran digital agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan perilaku pasar masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat, Pemerintah Nagari Bawan menggelar Pelatihan Strategi Pemasaran Digital bagi Pelaku UMKM pada 29 September 2025. Kegiatan ini menghadirkan Surya Putra, S.T., M.M., CRBD., CBHA sebagai narasumber pelatihan yang membahas peluang pemasaran digital dan pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung usaha masyarakat.
Dibuka Langsung Wali Nagari Bawan
Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Wali Nagari Bawan, Bapak Arif Eka Putra, S.Sn. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pelaku UMKM yang telah melalui proses seleksi dan dinilai memiliki keseriusan dalam mengembangkan usaha ke depan.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan pola pasar saat ini harus mampu dimanfaatkan oleh pelaku usaha desa agar produk masyarakat tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
“UMKM yang mengikuti kegiatan ini dipilih karena memiliki semangat untuk berkembang. Harapannya pelatihan ini benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan usaha yang dijalankan,” ujar Arif Eka Putra.
Ia juga berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong tumbuhnya pelaku usaha desa yang lebih kreatif, mandiri, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Baca Juga : Usaha di Desa yang Menjanjikan untuk Menambah Penghasilan
Pelaku UMKM Mulai Belajar Membaca Peluang Pasar Digital
Pelatihan yang diikuti pelaku UMKM Nagari Bawan tersebut berlangsung dalam suasana santai namun penuh antusias. Beberapa peserta terlihat aktif berdiskusi mengenai tantangan usaha yang selama ini mereka hadapi, mulai dari pemasaran yang masih terbatas, persaingan harga, hingga kesulitan mengenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan digital saat ini sebenarnya membuka peluang besar bagi pelaku usaha desa untuk menjangkau pasar yang sebelumnya sulit diakses.
“Kadang pelaku usaha berpikir usaha tidak berkembang karena modal kurang. Padahal banyak usaha yang justru berhenti berkembang karena tidak memahami kebutuhan pasar dan cara mengenalkan produk kepada konsumen,” ujar Surya Putra di hadapan peserta pelatihan.
Ia juga menjelaskan bahwa media sosial dan internet saat ini bukan lagi sekadar tempat hiburan, tetapi sudah menjadi pasar baru yang sangat potensial bagi UMKM desa.
Menurutnya, produk yang sederhana sekalipun tetap memiliki peluang berkembang apabila mampu dipasarkan dengan cara yang tepat dan sesuai kebutuhan konsumen.
Belajar Membuat Konten Produk dengan Canva dan AI
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan cara membuat promosi produk sederhana menggunakan aplikasi digital.
Peserta dikenalkan dengan penggunaan aplikasi Canva untuk membuat poster produk yang menarik dan mudah dipahami konsumen. Selain itu, peserta juga mulai diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk membantu membuat desain maupun ide promosi produk.
Suasana pelatihan terlihat semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat desain produk masing-masing menggunakan telepon genggam yang mereka miliki. Sebagian peserta bahkan terlihat baru pertama kali mengetahui bahwa desain promosi dapat dibuat dengan mudah tanpa harus memiliki kemampuan desain profesional.
“Selama ini kami pikir membuat promosi itu sulit dan harus bayar mahal. Ternyata dengan HP saja sudah bisa membuat gambar produk yang bagus,” ungkap salah seorang peserta pelatihan.
Pendampingan seperti ini menjadi penting karena masih banyak pelaku UMKM desa yang memiliki produk cukup baik, namun belum memahami cara menampilkan produknya agar menarik perhatian konsumen di media sosial.
Baca Juga : Pendamping Lokal Desa: Jejak Sunyi yang Menghidupkan Desa
Pelaku Usaha Dikenalkan dengan Pasar Online
Selain belajar membuat konten promosi, peserta juga dikenalkan dengan berbagai jenis pasar digital yang saat ini mudah diakses masyarakat, mulai dari media sosial, Google, hingga marketplace online.
Dalam sesi diskusi, peserta diajak memahami bahwa perilaku konsumen saat ini telah banyak berubah. Sebelum membeli produk, masyarakat cenderung mencari informasi melalui internet atau media sosial terlebih dahulu.
Karena itu, pelaku usaha desa perlu mulai membangun keberadaan digital usaha mereka, meskipun dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti:
- membuat akun media sosial usaha,
- memposting produk secara rutin,
- memperbaiki foto produk,
- hingga mulai belajar menjangkau pelanggan melalui marketplace.
Narasumber juga menekankan bahwa pemasaran digital tidak selalu membutuhkan biaya besar, tetapi lebih kepada konsistensi dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
“Produk desa sebenarnya punya peluang besar. Tantangannya bukan hanya soal kualitas produk, tetapi bagaimana produk itu bisa dikenal orang,” jelasnya.
Baca Juga : 5 Jenis Usaha yang Berhasil Dikelola BUMDes, Bukan Ikut Tren
Pendampingan UMKM Tidak Berhenti pada Pelatihan
Di akhir kegiatan, peserta diminta menyusun rencana aksi sederhana yang akan dijalankan dalam satu hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini dilakukan agar pelatihan tidak berhenti hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan usaha masyarakat.
Beberapa peserta mulai menuliskan target sederhana seperti:
- membuat akun media sosial usaha,
- memposting produk secara rutin,
- memperbaiki kemasan,
- hingga mencoba menjual produk melalui marketplace.
Pemerintah Nagari Bawan berharap kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM desa agar lebih siap menghadapi perkembangan pasar digital yang terus berubah.
Pelatihan ini juga menjadi pengingat bahwa penguatan ekonomi masyarakat desa saat ini tidak lagi cukup hanya mengandalkan produksi, tetapi juga perlu diimbangi dengan kemampuan pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.
Baca Juga : TPP Kerja Berdampak: Kerja Sunyi Pendamping Desa Mengubah Wajah Desa
Digitalisasi Jadi Peluang Baru bagi UMKM Desa
Perkembangan internet yang semakin luas sebenarnya membuka kesempatan besar bagi masyarakat desa untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. Produk makanan, kerajinan, jasa, hingga hasil pertanian kini memiliki peluang dipasarkan tidak hanya di sekitar nagari, tetapi juga ke luar daerah melalui media digital.
Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga menuntut pelaku usaha untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perilaku konsumen yang terus berubah.
Melalui kegiatan pendampingan dan pelatihan seperti ini, diharapkan pelaku UMKM desa tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan digital, tetapi mampu ikut tumbuh dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan masyarakat nagari.
Karena di tengah perubahan zaman saat ini, usaha kecil yang mampu belajar dan beradaptasi memiliki peluang besar untuk berkembang lebih jauh.


1 Komentar
Alhamdulillah, mantap
BalasHapus