Nagari Balai Gurah - TPP Agam : Ruang Wali Nagari Balai Gurah, Kamis (20/8/2026), menjadi tempat berlangsungnya penyerahan secara simbolis penyertaan modal Pemerintah Nagari Balai Gurah kepada BUMNag Balai Gurah Sakato.
Sebesar Rp74 juta diserahkan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan melalui pengembangan usaha tomat dan cabai. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Nagari Balai Gurah, Andrino, SH, kepada pengurus BUMNag Balai Gurah Sakato.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Nagari beserta perangkat, Ketua Bamus beserta anggota, pengurus dan pengawas BUMNag, TAPM Kabupaten Agam Wahyu Satria dan Erni Novitri, serta TPP Ampek Angkek yang terdiri dari Indra Nofiardi, Irawati, dan Surya Putra.
Kegiatan diawali dengan penyampaian maksud dan tujuan oleh Sekretaris Nagari Balai Gurah. Setelah itu, Wali Nagari menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pengurus BUMNag Balai Gurah Sakato.
“Pemerintah nagari bersama Bamus sepakat untuk menambah penyertaan modal untuk kegiatan ketahanan pangan berupa tomat dan cabai.”
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya nagari memperkuat kegiatan usaha BUMNag sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui kegiatan ketahanan pangan.
Penyertaan modal pada dasarnya bukan hanya tentang penambahan dana bagi BUMNag. Di dalamnya terdapat kepercayaan yang diberikan nagari kepada pengelola untuk menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
Ketika Usaha Berkembang, Administrasi Harus Mengikuti
Dalam kegiatan tersebut, TAPM Kabupaten Agam yang membidangi BUMNag, Wahyu Satria, mengingatkan bahwa pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan tetap harus mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Kepmendesa Nomor 3 Tahun 2025.
Pengalaman BUMNag Balai Gurah Sakato dalam pengelolaan kegiatan ketahanan pangan yang dinilai telah berjalan baik perlu terus didukung dengan penguatan administrasi dan pelaporan.
“Perjalanan BUMNag dalam pengelolaan ketahanan pangan yang sudah baik perlu didukung dengan administrasi dan pelaporan yang baik sehingga tidak menimbulkan pertanyaan bagi siapapun yang ingin mengetahui perkembangan dana yang telah diserahkan kepada pengurus.”
Pesan tersebut menempatkan pengembangan usaha dan tertib administrasi sebagai dua hal yang perlu berjalan bersama. Unit usaha yang berkembang memang menjadi tujuan penting, tetapi pembukuan yang rapi juga diperlukan agar perkembangan usaha dan penggunaan dana dapat diketahui dengan jelas.
Karena itu, keberhasilan BUMNag tidak semata-mata diukur dari bagaimana usaha menghasilkan keuntungan. Kemampuan pengelola dalam mencatat, menyusun laporan, dan mempertanggungjawabkan pengelolaan dana juga menjadi bagian penting dari perjalanan usaha.
“Tidak hanya unit usaha berkembang, tapi pembukuan yang rapi dan dapat dipertanggungjawabkan.”
Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa semakin besar dukungan yang diberikan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga oleh pengelola.
Memastikan Proses Berjalan Sesuai Ketentuan
Dalam proses pendampingan, TPP Ampek Angkek turut mengingatkan beberapa hal yang perlu dipenuhi sebelum penyertaan modal dilakukan.
Di antaranya adalah laporan pertanggungjawaban keuangan tahun sebelumnya, laporan keuangan hingga Juli 2026, serta program kerja yang telah disetujui melalui Musna dan DPMN.
Pengingat ini menjadi bagian dari proses untuk memastikan penyertaan modal tidak hanya memiliki tujuan usaha yang jelas, tetapi juga didukung oleh kelengkapan administrasi dan perencanaan yang diperlukan.
Peran TPP dalam proses tersebut adalah membantu mengingatkan dan memfasilitasi agar para pihak dapat memperhatikan tahapan yang harus dipenuhi. Keputusan tetap berada pada Pemerintah Nagari dan Bamus sesuai kewenangannya, sementara pengelolaan usaha menjadi tanggung jawab BUMNag.
Di sinilah pendampingan bekerja dalam ruang yang sederhana tetapi penting: memastikan proses yang telah disepakati dapat berjalan dengan memperhatikan ketentuan dan tata kelola yang diperlukan.
Dari Penyertaan Modal Menuju Harapan Baru
Diskusi yang berkembang dalam kegiatan tersebut memperlihatkan adanya harapan yang sama dari para pihak yang hadir. Pemerintah Nagari, Bamus, pengurus dan pengawas BUMNag, TAPM, serta TPP berharap BUMNag Balai Gurah Sakato dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Balai Gurah.
Pengembangan usaha tomat dan cabai menjadi langkah berikutnya yang akan dijalankan dengan dukungan penyertaan modal sebesar Rp74 juta.
Namun, perjalanan tersebut tentu tidak berhenti pada penyerahan modal. Setelah dana diterima, tanggung jawab berikutnya berada pada bagaimana modal tersebut dikelola, usaha dijalankan, hasil dicatat, dan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan.
Dari praktik pendampingan di Balai Gurah, terdapat satu pembelajaran yang sederhana tetapi penting: kepercayaan melalui penyertaan modal perlu dijawab dengan tata kelola yang baik.
Modal dapat menjadi penggerak usaha, tetapi administrasi yang tertib menjaga agar perjalanan usaha tetap dapat dilihat dan dipertanggungjawabkan.
Bagi TPP, proses ini kembali menunjukkan bahwa pendampingan bukan tentang mengambil alih keputusan atau menjalankan usaha atas nama BUMNag. Pendampingan hadir untuk membantu para pihak memahami proses, mengingatkan hal-hal yang perlu diperhatikan, dan memastikan ruang dialog tetap terbuka.
Pada akhirnya, penyertaan modal Rp74 juta tersebut bukan sekadar perpindahan dana dari nagari kepada BUMNag. Di dalamnya terdapat kepercayaan, tanggung jawab, perencanaan, dan harapan agar BUMNag Balai Gurah Sakato dapat melangkah lebih jauh.
Semoga modal yang diberikan dapat tumbuh menjadi usaha yang produktif, memberikan manfaat bagi masyarakat, dan sekaligus memperkuat kepercayaan nagari terhadap BUMNag sebagai salah satu penggerak ekonomi di tingkat nagari.

0 Komentar