Serah Terima Posyandu Bougenville IV: Langkah Nyata Nagari Batu Taba Hadirkan Layanan Kesehatan yang Lebih Layak

Serah Terima Posyandu Bougenville IV Sungai Rotan Nagari Batu Taba
Serah Terima Posyandu Bougenville IV Sungai Rotan Nagari Batu Taba

TPP Agam - Nagari Batu Taba : Pembangunan desa sejatinya bukan hanya tentang berdirinya bangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan Serah Terima Posyandu Bougenville IV di Jorong Sungai Rotan, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, pada Selasa, 2 Juni 2026.

Kegiatan serah terima lapangan ini menjadi momen penting bagi masyarakat setempat. Setelah bertahun-tahun kegiatan posyandu menumpang di gedung puskesmas pembantu (Pustu) Sungai Rotan, kini Posyandu Bougenville IV akhirnya memiliki gedung sendiri yang lebih representatif dan layak digunakan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Nagari Batu Taba, Bapak Rahmat Hidayat, S.H, Perwakilan Badan Permusyawaratan (Bamus) Nagari Batu Taba, Bapak Zainudin, Sekretaris Nagari Batu Taba, Bapak Hendra, S.IP, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang terdiri dari Doni Chandra, Basril dan Widya Arif Fauzi, TPP Ampek Angkek yang terdiri dari Indra Nofiardi, Irawati dan Surya Putra, kader Posyandu, bidan desa serta tokoh masyarakat.

Serah Terima Posyandu Bougenville IV Jadi Bukti Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Pembangunan Posyandu Bougenville IV bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan pagu anggaran sebesar Rp114.521.900. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahun sebelumnya yang memang dirancang secara bertahap agar dapat diselesaikan dengan baik sesuai kemampuan anggaran nagari.

Kini bangunan posyandu tersebut telah berdiri megah di tengah masyarakat Jorong Sungai Rotan. Tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan semata, tetapi juga simbol hadirnya perhatian nagari terhadap kesehatan ibu dan anak serta pelayanan dasar masyarakat.

Suasana haru dan syukur tampak dari wajah masyarakat yang hadir. Banyak warga merasa bangga karena akhirnya Posyandu Bougenville IV memiliki gedung sendiri yang lebih nyaman dan aman digunakan untuk berbagai kegiatan pelayanan kesehatan.

Salah seorang masyarakat yang hadir menyampaikan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan tersebut.

“Dulu kami masih menumpang di pustu untuk kegiatan posyandu. Sekarang alhamdulillah sudah punya gedung sendiri. Kami merasa senang karena pelayanan jadi lebih nyaman,” ungkap seorang warga Sungai Rotan.

Bagi masyarakat desa, kehadiran gedung posyandu bukan sekadar bangunan baru. Di tempat inilah nantinya para ibu membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, penimbangan balita, imunisasi hingga edukasi kesehatan keluarga.

Baca Juga : Badan Permusyawaratan Desa: Penjaga Demokrasi dan Aspirasi Warga

Tahapan Prosesi Serah Terima Posyandu Bougenville IV

Prosesi serah terima Posyandu Bougenville IV berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga hasil pembangunan desa agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Tahapan pertama dilakukan dengan serah terima dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kepada Pelaksana Kegiatan di Nagari Batu Taba. Prosesi ini menjadi bentuk pertanggungjawaban bahwa pekerjaan pembangunan telah selesai dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya.

Selanjutnya dilakukan serah terima dari Pelaksana Kegiatan di Nagari kepada Wali Nagari Batu Taba, Bapak Rahmat Hidayat, S.H. Pada tahapan ini, bangunan posyandu secara resmi diserahkan kepada pemerintah nagari sebagai aset yang akan digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Tahapan terakhir menjadi momen yang paling mengharukan, yaitu ketika Wali Nagari Batu Taba menyerahkan Posyandu Bougenville IV kepada masyarakat sebagai pengguna manfaat. Penyerahan tersebut disambut penuh rasa syukur oleh kader posyandu, bidan desa dan masyarakat Jorong Sungai Rotan.

Prosesi ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi simbol bahwa pembangunan desa sejatinya kembali kepada masyarakat. Apa yang dibangun dengan Dana Desa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Baca Juga : Anak Stunting dan Program MBG : Strategi Ganda Negara Menyelamatkan Generasi Desa

Pendampingan TPP Ampek Angkek Pastikan Pembangunan Sesuai RAB

Sebelum dilakukan serah terima, kegiatan diawali dengan pengecekan kondisi bangunan dan ruangan oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) Ampek Angkek bersama pihak terkait.

Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk memastikan kesesuaian bangunan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disusun sebelumnya. Mulai dari ukuran ruangan, kualitas keramik, pintu, pengecatan hingga pagar bangunan menjadi bagian yang diperiksa langsung di lapangan.

TPP Ampek Angkek, Indra Nofiardi, menyampaikan bahwa pengawasan dan pendampingan dilakukan agar pembangunan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita ingin memastikan penggunaan dana sesuai dengan RAB sehingga nantinya bangunan ini layak digunakan oleh masyarakat dan tidak ada temuan saat pemeriksaan,” jelas Indra Nofiardi.

Pendampingan seperti ini menjadi bagian penting dalam pembangunan desa. Tidak hanya memastikan bangunan selesai secara fisik, tetapi juga memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga dan penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

Dalam banyak kasus pembangunan desa, pengawasan yang baik menjadi kunci agar hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang.

Pemeriksaan Fisik Bangunan Posyandu Bougenville IV Sungai Rotan
Pemeriksaan Fisik Bangunan Posyandu Bougenville IV Sungai Rotan Nagari Batu Taba

Posyandu Bougenville IV Dukung Prioritas Penggunaan Dana Desa 2026

Pembangunan Posyandu Bougenville IV juga menjadi contoh bagaimana Dana Desa diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar masyarakat, khususnya bidang kesehatan.

TPP Ampek Angkek, Irawati, menyampaikan bahwa pembangunan posyandu merupakan salah satu bentuk implementasi prioritas penggunaan Dana Desa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan posyandu ini sesuai dengan prioritas penggunaan dana desa dan dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat,” ujar Irawati.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa Dana Desa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur jalan atau fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Posyandu memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting, pemantauan tumbuh kembang anak serta peningkatan kesehatan ibu dan balita. Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai menjadi kebutuhan yang sangat penting di tengah masyarakat.

Dengan adanya gedung sendiri, kegiatan Posyandu Bougenville IV diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan kenyamanan bagi kader maupun masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan.

Baca Juga : Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Desa

Pembangunan Desa Harus Tepat Sasaran dan Berkelanjutan

Dalam kegiatan tersebut, TPP Ampek Angkek lainnya, Surya Putra, juga menekankan pentingnya pembangunan desa yang berkesinambungan dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak boleh hanya sekadar memenuhi keinginan sesaat, tetapi harus memberikan manfaat nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Pembangunan di nagari harus berkesinambungan dan langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga fokus pembangunan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat bukan sekadar keinginan,” ujar Surya Putra.

Pandangan tersebut menjadi refleksi penting dalam pembangunan desa saat ini. Banyak desa mulai menyadari bahwa keberhasilan pembangunan bukan diukur dari banyaknya proyek yang dibangun, tetapi sejauh mana pembangunan itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Posyandu Bougenville IV menjadi salah satu contoh pembangunan yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat. Keberadaannya akan mendukung pelayanan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang dan menjadi investasi sosial bagi generasi mendatang.

Baca Juga : APBDes: Kunci Membangun Desa yang Transparan dan Tepat Sasaran

Wali Nagari Batu Taba: Program Tahun Lalu Akhirnya Bisa Dituntaskan

Wali Nagari Batu Taba, Rahmat Hidayat, S.H, menyampaikan bahwa pembangunan Posyandu Bougenville IV memang dirancang sebagai program lanjutan dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap agar dapat diselesaikan dengan baik sesuai kemampuan keuangan nagari.

“Posyandu ini dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Jorong Sungai Rotan dan ini merupakan kelanjutan program tahun kemaren. Alhamdulillah tahun ini bisa kita tuntaskan,” ungkap Rahmat Hidayat.

Ia juga berharap keberadaan gedung posyandu tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Keberhasilan pembangunan Posyandu Bougenville IV juga menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah nagari, masyarakat, TPK, kader posyandu serta pendamping desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas.

Baca Juga : Desa sebagai Garda Depan Pembangunan Manusia: Dari Posyandu hingga Masa Depan Generasi Desa

Posyandu yang Berdiri Megah, Harapan Baru bagi Masyarakat Sungai Rotan

Berdirinya Posyandu Bougenville IV bukan hanya tentang selesainya sebuah bangunan fisik. Di balik bangunan tersebut tersimpan harapan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan anak di Jorong Sungai Rotan.

Kegiatan serah terima ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang direncanakan dengan baik, diawasi bersama dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.

Kehadiran posyandu yang layak juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi desa yang sehat dan berkualitas. Dari tempat sederhana seperti posyandu, masa depan anak-anak desa mulai dijaga.

Semangat gotong royong dan kolaborasi yang terlihat dalam pembangunan Posyandu Bougenville IV menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan desa akan berjalan lebih baik ketika semua pihak bergerak bersama.

Bagi pegiat pemberdayaan masyarakat dan pegiat desa, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pendampingan bukan hanya hadir saat perencanaan, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran, sesuai aturan dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Posting Komentar

0 Komentar