TPP Ampek Angkek Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan Posyandu Biaro Gadang, Ini Temuannya

Kegiatan Monitoring dan evaluasi pembangunan posyandu Nagari Biaro Gadang oleh TPP Ampek Angkek
Kegiatan Monitoring dan evaluasi pembangunan posyandu Nagari Biaro Gadang oleh TPP Ampek Angkek

TPP Agam - Nagari Biaro Gadang : Pembangunan di desa sejatinya bukan hanya tentang berdirinya bangunan fisik. Lebih dari itu, pembangunan harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang menggunakannya setiap hari. Karena itulah, proses monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting agar setiap kegiatan berjalan sesuai perencanaan, tepat mutu, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Semangat itulah yang terlihat saat Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Ampek Angkek melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan fisik pembangunan Posyandu di Nagari Biaro Gadang, Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi sekaligus, yakni Posyandu Jorong Lungguak Muto dan Posyandu Pilubang.

TPP Ampek Angkek hadir lengkap dalam kegiatan tersebut, terdiri dari Indra Nofiardi, Irawati, dan Surya Putra. Kehadiran pendamping desa di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan yang dilakukan nagari berjalan sesuai standar, tepat sasaran, dan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati bersama.

TPP Ampek Angkek Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Fisik Secara Langsung di Lapangan

Monitoring lapangan dilakukan dengan melihat langsung progres pembangunan, kualitas pekerjaan, kesesuaian material, hingga pemanfaatan bangunan bagi masyarakat. Pendekatan ini dinilai penting agar pembangunan tidak hanya selesai secara administrasi, tetapi juga berkualitas secara fisik dan manfaat.

Nagari Biaro Gadang pada tahun anggaran 2026 mengalokasikan pembangunan dua unit kegiatan posyandu. Kegiatan pertama berupa pembangunan gedung Posyandu baru di Jorong Lungguak Muto. Sementara kegiatan kedua berada di Posyandu Pilubang berupa rehabilitasi dapur dan pengecatan gedung agar kondisi bangunan lebih layak dan nyaman digunakan masyarakat.

Di tengah cuaca yang cukup terik, tim pendamping bersama pihak nagari dan pelaksana kegiatan meninjau satu per satu bagian bangunan. Mereka memeriksa progres pekerjaan, kualitas pengerjaan, hingga memastikan spesifikasi bangunan sesuai dengan dokumen perencanaan.

Bagi masyarakat, kehadiran posyandu bukan sekadar bangunan biasa. Tempat ini menjadi ruang penting bagi pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi kesehatan masyarakat.

Karena itu, pembangunan posyandu harus benar-benar diperhatikan kualitasnya.

Monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan posyandu di jorong Lungguak Muto Nagari Biaro Gadang
Monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan posyandu di jorong Lungguak Muto Nagari Biaro Gadang

Posyandu Pilubang Jadi Pusat Layanan MBG bagi Ibu Hamil dan Balita

Salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam kegiatan monitoring adalah Posyandu Pilubang. Meski hanya berupa rehabilitasi dapur dan pengecatan bangunan, namun keberadaan gedung ini memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat sekitar.

Setiap harinya, gedung Posyandu Pilubang digunakan untuk layanan MBG bagi ibu hamil dan balita yang menjadi sasaran program. Selain itu, gedung tersebut juga rutin digunakan sebagai lokasi pelayanan posyandu setiap bulan.

Aktivitas yang cukup padat membuat bangunan memerlukan perawatan agar tetap nyaman dan layak digunakan. Rehabilitasi dapur dilakukan untuk menunjang aktivitas penyediaan makanan bergizi bagi sasaran program, sementara pengecatan gedung dilakukan agar suasana posyandu lebih bersih, sehat, dan ramah bagi masyarakat.

Seorang kader posyandu di lokasi menyampaikan bahwa keberadaan gedung yang nyaman sangat membantu pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tempatnya bersih dan bagus, ibu-ibu juga lebih semangat datang ke posyandu. Anak-anak pun lebih nyaman saat pelayanan berlangsung,” ujarnya.

Pernyataan sederhana tersebut menggambarkan bahwa pembangunan fisik sesungguhnya memiliki dampak psikologis dan sosial yang besar bagi masyarakat desa.

Baca Juga : PAUD Desa, Posyandu, dan Keluarga: Kolaborasi Menjaga Tumbuh Kembang Anak

Pendampingan Dilakukan agar Pembangunan Sesuai Ketentuan dan RAB

Dalam kegiatan monitoring tersebut, TPP Ampek Angkek tidak hanya melihat hasil pekerjaan, tetapi juga memberikan penguatan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Koordinator TPP Kecamatan Ampek Angkek, Indra Nofiardi, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan bagian dari tugas pendamping dalam memastikan pembangunan di nagari berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

“Kegiatan ini bagian dari kerja pendamping yang dilakukan agar pembangunan di nagari sesuai dengan ketentuan dan membantu TPK agar mengawasi jalannya pembangunan sesuai dengan RAB yang telah disepakati,” ungkap Indra Nofiardi di sela kegiatan monitoring.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi bentuk dukungan agar pembangunan desa benar-benar berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini penting karena pembangunan desa saat ini tidak hanya dituntut selesai secara fisik, tetapi juga harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pendamping Desa Hadir untuk Mengawal Kualitas Pembangunan Nagari

Kegiatan monitoring dan evaluasi seperti ini menjadi gambaran nyata bagaimana peran pendamping desa tidak hanya berkutat pada administrasi, tetapi juga hadir langsung di lapangan bersama masyarakat.

Pendamping desa memiliki tugas memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Dengan turun langsung ke lokasi, berbagai persoalan teknis dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.

Dalam banyak kasus, pendampingan lapangan juga membantu meningkatkan pemahaman TPK dan pemerintah nagari mengenai pentingnya menjaga kualitas pekerjaan. Sebab, bangunan yang dibangun menggunakan dana publik harus mampu bertahan lama dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Di Nagari Biaro Gadang sendiri, pembangunan posyandu menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan rutin, tetapi juga menjadi ruang edukasi kesehatan, pencegahan stunting, dan penguatan layanan dasar masyarakat desa.

Karena itu, pembangunan fasilitas pendukung kesehatan seperti posyandu menjadi investasi sosial yang penting bagi masa depan generasi desa.

Monitoring dan Evaluasi kegiatan posyandu di jorong pilubang nagari biaro gadang
Monitoring dan Evaluasi kegiatan posyandu di jorong pilubang Nagari Biaro Gadang

Pembangunan Posyandu Bukan Sekadar Proyek, tetapi Investasi Masa Depan Anak Desa

Sering kali masyarakat hanya melihat pembangunan dari sisi bangunan yang berdiri. Padahal di balik pembangunan posyandu, ada harapan besar tentang masa depan anak-anak desa yang lebih sehat dan tumbuh dengan baik.

Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar masyarakat. Dari tempat inilah ibu hamil mendapatkan pemantauan kesehatan, balita memperoleh layanan penimbangan dan imunisasi, hingga masyarakat menerima edukasi tentang pola hidup sehat.

Karena itu, memastikan gedung posyandu dibangun dengan baik sama artinya dengan menjaga kualitas pelayanan kesehatan masyarakat desa.

Kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan TPP Ampek Angkek menjadi bagian penting dalam memastikan harapan tersebut dapat terwujud. Pendampingan yang dilakukan bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk nyata kepedulian agar setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan desa saat ini, kerja-kerja pendampingan seperti inilah yang sering kali tidak banyak terlihat, tetapi memiliki dampak besar bagi keberlangsungan pembangunan di nagari.

Pada akhirnya, pembangunan desa bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan tentang menjaga amanah dan memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari setiap program yang dijalankan.

Baca Juga : Desa sebagai Garda Depan Pembangunan Manusia: Dari Posyandu hingga Masa Depan Generasi Desa

Posting Komentar

0 Komentar