TPP Ampek Angkek Dampingi BUMNag Pasia: Menata Ulang Kepengurusan demi Masa Depan Usaha Nagari

Koordinasi TPP Ampek Angkek dengan BUMNag Pasia
Koordinasi TPP Ampek Angkek dengan BUMNag Pasia

TPP Agam - Nagari Pasia : BUMNag bukan sekadar lembaga usaha milik nagari. Di banyak tempat, BUMNag menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk membangun ekonomi dari kampung sendiri. Karena itu, ketika kepengurusan mengalami kekosongan atau dinamika internal, proses penataan kembali perlu dilakukan secara hati-hati, terbuka, dan sesuai aturan. Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh TPP Kecamatan Ampek Angkek di Nagari Pasia, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Wali Nagari Pasia tersebut dihadiri langsung oleh Wali Nagari Pasia, Hanafi, Sekretaris Nagari, calon pengurus BUMNag Pasia, serta calon pengawas BUMNag Pasia. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi, membahas langkah-langkah penataan kelembagaan BUMNag agar dapat kembali berjalan secara optimal.

TPP Ampek Angkek Dampingi BUMNag Pasia dalam Proses Pergantian Pengurus

Dalam pembukaan kegiatan, Wali Nagari Pasia, Hanafi, menyampaikan bahwa pengurus BUMNag sebelumnya telah mengundurkan diri sehingga diperlukan proses penggantian kepengurusan baru agar roda organisasi dan usaha nagari tetap berjalan.

Menurutnya, dalam Musyawarah Nagari (Musna) sebelumnya telah disepakati bahwa proses pemilihan pengurus BUMNag diserahkan kepada Wali Nagari bersama Bamus Nagari. Hal itu dilakukan agar proses pembentukan pengurus baru dapat segera berjalan dan tidak berlarut-larut.

“Kita ingin BUMNag ini tetap berjalan dan tidak berhenti karena kekosongan pengurus. Maka perlu segera dilakukan langkah-langkah penataan,” ujar Hanafi dalam forum diskusi tersebut.

Situasi seperti ini memang sering terjadi di sejumlah nagari. Pergantian pengurus menjadi tantangan tersendiri karena tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat dan keberlanjutan usaha yang sudah berjalan.

Karena itu, kehadiran TPP dalam forum tersebut menjadi penting sebagai pendamping sekaligus pengarah agar proses yang dilakukan tetap sesuai dengan regulasi dan prinsip tata kelola BUMNag.

TPP Ampek Angkek dampingi BUMNag Pasia
TPP Ampek Angkek dampingi BUMNag Pasia

Mekanisme Pemilihan Pengurus BUMNag Dijelaskan oleh TPP Ampek Angkek

Dalam diskusi yang berlangsung, Pendamping Desa Kecamatan Ampek Angkek, Surya Putra, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan pengurus BUMNag pada dasarnya harus diputuskan melalui Musyawarah Nagari sebagai organ tertinggi dalam pengambilan keputusan di BUMNag.

Ia menegaskan bahwa secara aturan terdapat dua mekanisme yang dapat digunakan dalam pemilihan pengurus.

Pertama, pengurus dapat langsung ditunjuk atau dipilih pada saat Musyawarah Nagari berlangsung. Kedua, Musyawarah Nagari dapat membentuk tim seleksi yang nantinya bertugas melakukan penjaringan calon pengurus BUMNag.

“Musna merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan BUMNag. Jadi mekanisme pemilihannya harus diputuskan di sana. Bisa langsung dipilih saat musna atau dibentuk tim seleksi,” jelas Surya Putra.

Ia juga menambahkan bahwa apabila calon pengurus telah diperoleh melalui mekanisme yang disepakati, maka langkah selanjutnya tinggal melaksanakan Musyawarah Nagari untuk penetapan pengurus terpilih.

Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari peserta yang hadir. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat yang memahami bahwa penunjukan pengurus sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah nagari. Padahal, dalam tata kelola BUMNag, keputusan strategis harus tetap berpijak pada forum musyawarah.

Pendampingan seperti ini menjadi penting agar pengelolaan BUMNag tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memiliki legitimasi sosial dan kelembagaan yang kuat.

Baca Juga : Tim Seleksi Pengurus dan Pengawas BUMDes Ideal dan Transparan

Diskusi BUMNag Pasia Mengalir hingga Membahas Gaji dan Unit Usaha

Tidak hanya membahas mekanisme pemilihan pengurus, forum diskusi juga berkembang pada berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan masa depan BUMNag Pasia.

Salah satu topik yang cukup menarik perhatian adalah mengenai gaji atau honor pengurus BUMNag. Beberapa peserta mempertanyakan bagaimana sistem penggajian yang ideal agar pengurus tetap memiliki semangat bekerja, namun tidak membebani kondisi keuangan BUMNag yang masih dalam tahap pengembangan.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh soal unit usaha yang akan dijalankan ke depan. Peserta diskusi mulai mengidentifikasi potensi usaha yang dinilai cocok dengan kondisi Nagari Pasia.

Dalam suasana diskusi yang cair, muncul berbagai pandangan mengenai pentingnya memilih usaha yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memiliki peluang berkembang dalam jangka panjang.

TPP Ampek Angkek dalam kesempatan itu juga mendorong agar BUMNag tidak hanya fokus mencari keuntungan semata, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial bagi masyarakat nagari.

BUMNag, pada dasarnya, bukan sekadar perusahaan biasa. Ia lahir dari semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat desa atau nagari. Karena itu, usaha yang dijalankan harus memiliki keterhubungan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Diskusi yang berlangsung selama kegiatan memperlihatkan adanya semangat bersama untuk menghidupkan kembali BUMNag Pasia agar lebih aktif dan produktif ke depan.

Baca Juga : 5 Jenis Usaha yang Berhasil Dikelola BUMDes, Bukan Ikut Tren

Pendampingan TPP Jadi Penguatan Tata Kelola BUMNag Pasia

Kegiatan pendampingan yang dilakukan TPP Ampek Angkek ini tidak hanya sebatas menghadiri rapat atau memberikan arahan teknis. Lebih dari itu, pendampingan menjadi ruang pembelajaran bersama bagi pemerintah nagari, calon pengurus, dan masyarakat dalam memahami tata kelola BUMNag yang baik.

Dalam banyak kasus, persoalan BUMNag sering muncul bukan karena kurangnya potensi usaha, tetapi karena lemahnya tata kelola kelembagaan dan minimnya pemahaman terhadap aturan.

Karena itu, proses diskusi seperti yang dilakukan di Nagari Pasia menjadi langkah penting untuk membangun fondasi organisasi yang lebih kuat sebelum BUMNag menjalankan usaha secara maksimal.

Pendekatan dialogis yang dilakukan dalam forum juga memperlihatkan bahwa pembangunan nagari tidak bisa dilakukan secara sepihak. Semua pihak perlu duduk bersama, mendengar pandangan masing-masing, lalu mencari jalan terbaik melalui musyawarah.

Hal ini menjadi nilai penting dalam penguatan kelembagaan ekonomi nagari. Ketika proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan partisipatif, maka kepercayaan masyarakat terhadap BUMNag juga akan semakin kuat.

Baca Juga : Regulasi Pengelolaan BUMDes: Panduan Lengkap PP 11 Tahun 2021

Pertemuan Lanjutan Bahas Program Kerja BUMNag Pasia

Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat bahwa proses pembenahan BUMNag Pasia perlu terus dilanjutkan melalui pertemuan berikutnya.

Direncanakan, pada akhir Mei 2026 nanti akan dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan agenda khusus membahas program kerja BUMNag ke depan. Agenda tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal penyusunan arah usaha dan strategi pengembangan BUMNag Pasia secara lebih terencana.

Langkah ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintah nagari bersama unsur terkait tidak ingin BUMNag hanya hadir sebagai lembaga formal semata, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Pendampingan yang dilakukan TPP Ampek Angkek juga menunjukkan bahwa pembangunan nagari membutuhkan proses yang berkelanjutan. Tidak cukup hanya membentuk pengurus, tetapi juga memastikan kelembagaan berjalan sehat, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat musyawarah dan kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut, harapan untuk menghidupkan kembali BUMNag Pasia tentu semakin terbuka. Jika dikelola dengan baik, BUMNag dapat menjadi ruang tumbuh bagi usaha masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi nagari dari akar rumput.

Posting Komentar

0 Komentar