Musyawarah Nagari 2025: Evaluasi BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak

 

Musyawarah Nagari BUMNag Lubuak Bakilek Malam Nagari Koto Kaciak
Musyawarah Nagari Khusus pertanggungjawaban keuangan tahun 2025 BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak

Musyawarah Nagari: Forum Tertinggi Evaluasi dan Penentuan Arah BUMNag

Tidak semua laporan keuangan berakhir dengan tepuk tangan. Di Nagari Koto Kaciak, Musyawarah Nagari justru menjadi ruang terbuka untuk menguji, mengkritisi, dan memperbaiki kinerja BUMNag secara jujur.

Melalui Musyawarah Nagari Khusus Pertanggungjawaban Keuangan Tahun 2025 BUMNag Lubuak Bakilek Malam, yang digelar pada Selasa, 31 Maret 2026, masyarakat, pemerintah nagari, dan pendamping duduk bersama—bukan hanya mendengar laporan, tetapi menilai arah masa depan usaha nagari.

Di forum tertinggi inilah, capaian dipertanggungjawabkan, tantangan diungkap tanpa ditutup-tutupi, dan keputusan bersama mulai dirumuskan. 

Paparan Pertanggungjawaban Keuangan 2025 BUMNag Lubuak Bakilek Malam

Direktur BUMNag, Bapak Metrizon, memaparkan laporan pertanggungjawaban keuangan per 31 Desember 2025, sekaligus menjelaskan perkembangan unit usaha yang dikelola.

BUMNag Lubuak Bakilek Malam saat ini mengelola beberapa unit usaha strategis, yaitu:

  • Air bersih
  • Kios pupuk
  • Pemandian
  • Ayam petelur

Namun, dalam pelaksanaannya, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan, terutama akibat bencana banjir yang berdampak langsung pada operasional usaha.

Saat banjir terjadi, hampir seluruh unit usaha kami terdampak. Air bersih terganggu, pemandian tidak beroperasi, ayam petelur mengalami penurunan produksi, dan kios pupuk juga tidak berjalan. Tapi kami tetap berupaya agar usaha ini tidak berhenti,” ungkap Metrizon.

Di tengah tekanan tersebut, BUMNag tetap mampu mencatatkan laba akhir tahun sekitar Rp8 juta. Nilai ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan daya tahan dan komitmen pengurus dalam menjaga keberlangsungan usaha.

presentasi direktur BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak
Pemaparan direktur BUMNag Lubuak Bakilek Malam Koto Kaciak

Antara Realitas Lapangan dan Tuntutan Tata Kelola

Musyawarah ini membuka fakta penting: bahwa mengelola BUMNag bukan hanya soal menjalankan usaha, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan antara realitas lapangan dan tuntutan tata kelola yang semakin kompleks.

Direktur BUMNag mengakui bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pembenahan, khususnya dalam penyusunan laporan keuangan agar sesuai dengan regulasi.

Kami sudah berkoordinasi dengan DPMN Kabupaten Agam untuk menyesuaikan laporan keuangan dengan standar yang diminta. Namun karena keterbatasan SDM dan kondisi bencana, penyusunannya belum bisa maksimal,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan yang cukup mendasar, namun krusial bagi keberlanjutan BUMNag.

Kami berharap ada pembinaan yang berkelanjutan kepada BUMNag, agar kami bisa berkembang sebagaimana badan usaha pada umumnya,
” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa keinginan untuk berkembang sudah ada, namun masih membutuhkan dukungan sistematis dari berbagai pihak.

Suara Pengawas: Fungsi Penting yang Masih Minim Penguatan

Dalam forum Musna, suara pengawas BUMNag menjadi salah satu catatan penting yang memperkaya diskusi. Mereka menyampaikan pengalaman yang cukup jujur terkait keterbatasan kapasitas dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Sejak kami menjadi pengawas, belum pernah mendapatkan pelatihan. Kami merasa seperti berjalan di tempat dan meraba-raba dalam memahami kebijakan yang ada,” ungkap salah satu pengawas.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri, mengingat pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi BUMNag.

Lebih lanjut, pengawas menyampaikan harapan konkret ke depan.

Kami berharap ada pelatihan, baik untuk pengurus maupun pengawas, terutama terkait manajemen BUMNag dan penyusunan laporan keuangan, agar kami bisa menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” tambahnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa penguatan BUMNag tidak bisa parsial—harus menyentuh seluruh elemen, termasuk pengawas.

Baca Juga : 7 Kesalahan Pengelolaan BUMDes yang Sering Terjadi

Apresiasi dan Pengakuan atas Kinerja BUMNag

Wali Nagari Koto Kaciak, Syawaldi, dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap kinerja BUMNag yang dinilai terus menunjukkan perkembangan.

BUMNag Lubuak Bakilek Malam ini sudah banyak menunjukkan kemajuan. Bahkan menjadi tempat studi tiru bagi BUMNag lain, baik di Sumatera Barat maupun luar provinsi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa BUMNag ini telah dipercaya mewakili Kabupaten Agam dalam lomba BUMNag tingkat provinsi.

Apresiasi ini menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasan, BUMNag tetap mampu menunjukkan eksistensi dan daya saingnya.

Catatan Kritis: Aset, Standarisasi, dan Fokus Usaha

Dalam diskusi yang berkembang dalam Musyawarah Nagari, berbagai masukan konstruktif juga disampaikan sebagai bagian dari evaluasi.

TPP Tanjung Raya, Achmad Aspiin, menekankan pentingnya kejelasan status aset.

Perlu dipastikan apakah aset yang digunakan masih milik nagari atau sudah menjadi aset BUMNag. Ini penting untuk tertib administrasi dan pembukuan,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Camat Tanjung Raya menyoroti pentingnya penyusunan laporan keuangan yang mengacu pada Kepmendes Nomor 136 Tahun 2022 agar lebih seragam dan mudah dipahami.

Di sisi lain, TPP Tanjug Raya, Surya Putra mengingatkan agar BUMNag tidak terjebak pada banyaknya unit usaha tanpa perhitungan matang.

Jangan sampai banyak usaha yang dijalankan, tetapi justru membebani pengurus. Fokuskan pada usaha yang benar-benar menghasilkan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan SOP agar setiap unit usaha berjalan lebih efisien dan terukur.

Refleksi Musyawarah Nagari: Dari Laporan Menuju Keputusan Bersama

Musyawarah ini memperlihatkan bahwa Musna bukan sekadar forum penyampaian laporan, tetapi ruang untuk menguji, mengkritisi, sekaligus memperbaiki arah kebijakan.

Di dalamnya terjadi dialog antara realitas dan harapan, antara capaian dan kekurangan, antara kondisi saat ini dan cita-cita ke depan.

Semua pihak hadir bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan bahwa BUMNag berjalan di jalur yang benar.

Penutup: Menguatkan Pendampingan sebagai Kunci Transformasi BUMNag

Musyawarah Nagari Pertanggungjawaban Keuangan Tahun 2025 ini menjadi titik penting dalam perjalanan BUMNag Lubuak Bakilek Malam Nagari Koto Kaciak.

Dari forum ini, terlihat jelas bahwa tantangan utama bukan hanya pada usaha, tetapi juga pada kapasitas SDM, tata kelola, dan sistem pendukung yang belum sepenuhnya kuat.

Di sinilah peran pendampingan menjadi krusial.

Pendampingan tidak hanya memastikan administrasi berjalan, tetapi juga mendorong transformasi—melalui penguatan kapasitas, penyusunan sistem yang lebih baik, hingga pendampingan dalam pengambilan keputusan strategis.

Ke depan, harapannya BUMNag tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai badan usaha yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Nagari (PAD).

Musyawarah ini menegaskan satu hal penting:
bahwa perubahan tidak datang dari laporan semata, tetapi dari keberanian untuk mengevaluasi diri dan mengambil keputusan bersama.

Dan dari ruang musyawarah inilah, arah baru BUMNag mulai ditentukan.

Baca Juga : BUMDes di Desa: Antara Harapan Besar dan Kenyataan di Lapangan

Posting Komentar

0 Komentar