Tanjung Raya - Upaya percepatan penurunan stunting di nagari menuntut lebih dari sekadar pelaksanaan kegiatan rutin. Ia membutuhkan data yang akurat, mutakhir, dan digunakan secara konsisten sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. Dalam konteks inilah, aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW) menjadi instrumen penting yang memperkuat peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) sebagai penggerak pembangunan manusia di tingkat nagari.
Pendataan melalui eHDW menempatkan nagari pada jalur pembangunan berbasis data. Data yang dihimpun bukan hanya berfungsi sebagai laporan, tetapi sebagai fondasi bagi integrasi program, penguatan kebijakan, serta penilaian kinerja nagari dalam penanganan stunting.
Pendataan Sasaran Stunting di eHDW sebagai Fondasi Pembangunan Nagari
Salah satu tugas krusial KPM adalah melakukan pendataan rumah tangga sasaran stunting melalui aplikasi eHDW. Sasaran pendataan tersebut meliputi ibu hamil, ibu menyusui, baduta, balita, keluarga berisiko stunting, remaja putri, serta calon pengantin. Cakupan sasaran yang luas ini mencerminkan pendekatan pencegahan stunting berbasis siklus kehidupan (life cycle approach), di mana intervensi dimulai sejak remaja hingga masa awal kehidupan anak.
Pendataan yang dilakukan KPM secara langsung di lapangan memastikan bahwa data yang masuk ke dalam sistem eHDW benar-benar menggambarkan kondisi riil masyarakat nagari. Oleh karena itu, kualitas pendataan sangat menentukan kualitas kebijakan. Tanpa data yang baik, kegiatan pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan kurang berdampak.
Hasil Pendataan eHDW dan Village Score Card Nagari
Data yang diinput KPM melalui eHDW kemudian diolah menjadi Village Score Card (VSC) yang diperbarui setiap triwulan. Village Score Card menyajikan gambaran komprehensif tentang capaian layanan dasar dan kondisi pembangunan manusia di nagari, khususnya terkait pencegahan stunting.
Village Score Card bukan sekadar rangkuman angka, melainkan alat evaluasi kinerja nagari. Skor yang dihasilkan menunjukkan sejauh mana nagari mampu menjangkau sasaran, mengintegrasikan layanan, serta memastikan efektivitas intervensi. Oleh karena itu, data dan hasil Village Score Card perlu disimpan, dikelola, dan dimanfaatkan secara aktif oleh KPM dan pelaksana kegiatan stunting di nagari sebagai bahan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Integrasi Data eHDW dengan Kegiatan Pembangunan Nagari
Agar pendataan eHDW berdampak nyata, hasilnya harus menjadi rujukan utama dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan nagari. Data sasaran digunakan untuk menentukan jenis kegiatan, kelompok penerima manfaat, serta wilayah prioritas. Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan nagari tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dan mengarah pada tujuan yang sama.
Di sinilah pentingnya sinergi antara KPM dan pemerintah nagari. KPM berperan sebagai penyedia data dan informasi lapangan, sementara pemerintah nagari—di bawah kepemimpinan Wali Nagari—bertugas menerjemahkan data tersebut ke dalam kebijakan, program, dan penganggaran. Ketika data eHDW dibahas dalam rembuk stunting, musyawarah nagari, serta dijadikan dasar penyusunan RKP dan APB Nagari, maka pembangunan nagari benar-benar bergerak secara terarah dan terukur.
Village Score Card sebagai Indikator Nagari Berkinerja Baik
Pencapaian skor Village Score Card yang tinggi dapat diartikan bahwa pelayanan dan intervensi terkait stunting di nagari telah berjalan dengan baik. Skor tersebut mencerminkan efektivitas kepemimpinan, koordinasi lintas sektor, serta keseriusan nagari dalam menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Oleh karena itu, Village Score Card dapat dijadikan salah satu indikator penilaian nagari berkinerja baik dalam penanganan stunting. Nagari yang mampu menjaga dan meningkatkan skornya secara konsisten menunjukkan bahwa pendataan, perencanaan, dan pelaksanaan kegiatan berjalan selaras dan berkelanjutan.
Penutup: eHDW sebagai Komitmen Kepemimpinan Nagari Berbasis Data
Pendataan sasaran stunting melalui eHDW oleh KPM bukanlah tujuan akhir, melainkan titik awal perubahan cara nagari membangun kebijakan dan melaksanakan pembangunan. Data eHDW menjadi bermakna ketika digunakan, diintegrasikan, dan dijadikan dasar setiap keputusan pembangunan nagari.
Dukungan penuh nagari terhadap peran KPM merupakan bentuk komitmen kepemimpinan yang nyata. Ketika Wali Nagari memastikan bahwa data eHDW dan Village Score Card digunakan sebagai rujukan utama, maka setiap kegiatan yang dilaksanakan nagari tidak lagi bersifat rutinitas, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pencegahan stunting yang terukur dan berkelanjutan.
Nagari yang mampu membangun sinergi antara pendataan KPM dan kebijakan pemerintah nagari menunjukkan bahwa pembangunan manusia tidak dikelola berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan data dan kebutuhan nyata masyarakat. Inilah ciri nagari yang berkinerja baik: mampu membaca data, berani mengambil keputusan, dan konsisten mewujudkannya dalam tindakan nyata demi masa depan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

0 Komentar