Nagari Koto Malintang melaksanakan Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Pengurus RDS


Koto Malintang - Rumah Desa Sehat yang biasa disingkat RDS adalah Sekretariat Bersama bagi para penggiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan Nagari di bidang kesehatan, yang berfungsi sebagai ruang literasi kesehatan, pusat penyebaran informasi kesehatan dan forum advokasi kebijakan di bidang kesehatan.

Nagari Koto Malintang melaksanakan pelatihan penguatan dan peningkatan Kapasitas bagi Pengurus Rumah Desa Sehat (RDS). Pelatihan ini dilaksanakan di Aula Nagari Koto Malintang, pada Senin, 10 November 2025, dengan Narasumber Tenaga Pendamping Profesional Kecamatan Tanjung Raya. 

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wali Nagari Koto Malintang, Bapak Hendra Yanto. Dalam sambutannya Wali Nagari berharap bahwa "pengurus RDS Nagari Koto Malintang harus paham akan tugas dan tanggung jawabnya dan mampu berkontribusi bagi pembangunan manusia yang ada di Nagari Koto Malintang, khususnya bidang kesehatan dan pendidikan".

"saat ini Nagari Koto Malintang, sedang berfokus menyelesaikan persoalan sampah dengan menerbitkan Perna tentang Sampah dan pengelolaan sampah bekerjasama dengan Universitas Andalas. bahkan PT PLN (Persero) juga sudah sepakat menyerahkan sebidang tanah untuk pengelolaan sampah nagari" tambah wali nagari.

Koordinator RDS Nagari Koto Malintang Ibu Tria Guspriani S.Kep menyampaikan bahwa "Tim RDS yaang selama ini ada, akan kita evaluasi, jika tidak bisa berkontribusi bagi RDS akibat sibuk dan kendala lainnya, termasuk akan menambah personel RDS agar RDS Nagari Koto Malintang dapat lebih baik kedepannya".

Baca Juga : Pentingnya Digitalisasi bagi Pengembangan UMKM

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tanjung Raya, Bapak Surya Putra, S.T, M.M sebagai narasumber dalam pemaparannya menjelaskan seperti apa idealnya RDS dijalankan. "banyak keistimewaan yang diberikan Nagari kepada RDS, secara kelembagaan RDS memiliki keistimewaan dalam penganggaran baik untuk rapat, maupun kegiatan penunjang lainnya sebab kegiatan ini didukung dalam fokus prioritas penggunaan dana desa, jadi sayang sekali jika tidak termanfaat dengan baik".

"pemahaman tupoksi RDS kepada setiap pengurus RDS adalah hal wajib dan mendasar, karenanya setiap anggota RDS perlu menyadari kewajibannya serta harus berkontribusi nyata bagi pembangunan yang ada dinagari. karena anggota RDS adalah wujud keterwakilan lembaga yang ada di nagari, maka keberadaan wadah RDS ini menjadi penting".

selain mendudukan konsep RDS, dibahas juga berbagai masalah dan kendala yang dihadapi RDS saat ini. Setiap masalah dibeda satu persatu hingga semua memahaminya. Disamping itu, karena RDS sebagai pusat informasi maka layaknya RDS sebagai Bank Data. Dalam pelatihan ini, diberikan pemahaman pentingnya Village Score Cards diisi dengan data yang valid serta cara penginputan melalui aplikasi eHDW sehingga kendala dan penginputan yang masih jauh dari harapan bisa dikejar ketertinggalannya.

"salah satu penilaian desa berkinerja baik dalam penanganan stunting adalah Village Score Cards yang terdata dengan baik setiap triwulannya. mulai hari ini dan seterusnya hasil pemantauan konvergensi stunting melalui aplikasi eHDW di Nagari Koto Malintang harus lebih baik". penekanan dari narasumber.

Baca Juga : Sosialisasi Pentingnya Imunisasi bagi Anak

Pendamping Desa Kecamatan Tanjung Raya, Ibu Yendri Yeni, A.Md menyampaikan "kami selalu melakukan pendampingan kepada RDS Nagari Koto Malintang, karenanya dengan pelatihan ini diharapkan RDS Nagari Koto Malintang semakin maju dan berkembang".

Diakhir pelatihan, peserta membuat Rencana Aksi dengan menyusun Laporan Kegiatan Rumah Desa Sehat (RDS) untuk Tahun Anggaran 2025 dan membuat Program Kerja Rumah Desa Sehat (RDS) untuk tahun anggaran 2026. 

Posting Komentar

0 Komentar